Senin, 17 Juni 2013
[Puisi] : Air Mata Bunda
[Pengarang] : Anonim
Dengan sedikit terkoyak hati ini meronta….
Saat bunda bercerita tentang semua masa lalu…
Terlalu sakit,,,
terlalu pedih,,,
adakah penyejuk jiwaku?
Adakah penentram hatiku?
Dengan tetesan air mata, bunda menenangkanku agar tegar…
Tak kuasa daku melihat air mata bunda,,lalu ku bilang itu hanyalah masa lalu dan aku bisa tegar.
Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkan kakiku meninggalkan bunda yg masshi terisak..
Aku menuju kamar,kuluapkan kesedihanku,kehancuran hatiku,, oh Tuhan kenapa dunia terlalu kejam seperti ini.
Yang kukira ayah yang bersamaku itu adalah ayah kandungku.. Tapi ternyata,,,,aku bukan anaknya dan tak ada satu orangpun tau siapa ayahku …..
Hati ini pilu,, kejujuran yang menyakitkan….
Seakan aku tidak bisa menerima kenyataan yg sperti ini…
[Pengarang] : Anonim
Dengan sedikit terkoyak hati ini meronta….
Saat bunda bercerita tentang semua masa lalu…
Terlalu sakit,,,
terlalu pedih,,,
adakah penyejuk jiwaku?
Adakah penentram hatiku?
Dengan tetesan air mata, bunda menenangkanku agar tegar…
Tak kuasa daku melihat air mata bunda,,lalu ku bilang itu hanyalah masa lalu dan aku bisa tegar.
Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkan kakiku meninggalkan bunda yg masshi terisak..
Aku menuju kamar,kuluapkan kesedihanku,kehancuran hatiku,, oh Tuhan kenapa dunia terlalu kejam seperti ini.
Yang kukira ayah yang bersamaku itu adalah ayah kandungku.. Tapi ternyata,,,,aku bukan anaknya dan tak ada satu orangpun tau siapa ayahku …..
Hati ini pilu,, kejujuran yang menyakitkan….
Seakan aku tidak bisa menerima kenyataan yg sperti ini…
Label:
Puisi
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar