| ||
| Pengarang: Mena Larasati Ibu… Sedikit pun tak kuelak akan kepergianmu Dan sedikit pun tak kusesali kehilanganmu Hanya saja aku selalu menangisi Kenapa ketika aku tersungkur dalam luka, dan kau membelai manja aku tak merasa??? Kenapa ketika aku terjatuh pada celaka, dan kau memeluk mesra aku tak merasa??? Kenapa ketika aku lelah pada masalah, dan kau mengusap gelisah dengan sejuta kasih aku tak merasa??? Kini aku hilang mimpi menjadikanku gila diri Kini aku melenggang sepi menjadikanku mati Kini aku melangkah sunyi menjadikanku terbalut misteri Dan kini, aku sadar tanpamu aku hilang pegangan Bimbangku dalam pandangan depan Raguku pada jejak kaki yang samar dalam harapan Lelahku pada akhir penantian sebuah jawaban Biarlah dan sudahlah maka lupakanlah resah Disini, diantara keramaian kota yang menenggelamkanku pada kepalsuan sebuah janji Aku tetap tegar berdiri Aku terus saja bernyanyi Dan tiada hentiku menari-nari walau sendiri Untuk melawan rindu yang kerap menghampiri Ibu….Kasihmu kan selamanya kudekap Dalam balutan sekuntum mawar doa, kuselip namamu Merajut benang sutra Esok dan selamanya…aku pasti kan menggenggam cintaNYA Maafkan aku yang sesekali masih ragu dalam lugu. |